Minggu, 25 September 2016

Ada cinta dalam doa

Posted By: Desi Wangi - 04.22
Hasil gambar untuk kupu-kupu



Assalamualaykum Wr. Wb
Seperti biasa, aku ingin tau bagaimana kabarmu? Semoga dengan kamu tidak membalas surat-suratku artinya kabarmu sangat baik sekali, aamiin.
Mungkin kamu heran kenapa aku tidak berhenti terus mengirimi surat meski aku tidak tahu ratusan huruf yang ku ukir disini apakah sempat dilihat olehmu. Kamu tidak perlu bertanya kenapa aku tidak jera atau bosan terus mengirimu surat, karena aku yakin kamupun sudah tau jawabannya. Sebab memang hanya satu alasanku terus mengirimu surat.
Ini sudah bulan ke 21, dan akankah masih sama seperti bulan sebelumnya? Sama-sama tidak ada balasan darimu. Aku harap bulan ke 21 ini berbeda, semoga kali ini aku berhasil menghancurkan batu dipikiranmu agar kau segera membalas suratku.
Bahkan jika hanya kau balas dengan kalimat “aku baik-baik saja” aku pasti akan senang sekali, karena jauh di dalam lubuk hati ku, memang hanya itu yang aku khawatirkan, keadaanmu. Tak peduli kamu mengkhawatirkanku juga atau tidak.
Sekarang Bulan Februari, rasanya aku ingat sekali di bulan Februari 2011 lalu, kamu mengajakku pulang bersama untuk pertama kalinya. Kamu masih malu, apalagi aku. Waktu itu, aku tak langsung mengiyakan ajakanmu, bukan karna aku tak suka denganmu, tapi karna aku terlalu senang hingga aku bingung bagaimana untuk menyatakan mau. Aku ingat juga, bagaimana caramu mengatakan aku cantik sekali, padahal aku sadar betul saat itu kerudung yang aku pakai sudah jauh dari kata rapi, jadi sampai sekarang aku bingung bagaimana caranya kau bisa melihat aku cantik di saat seperti itu. Hehehe
Hari ini aku sungguh ingin bertemu denganmu, tapi mana mungkin. Membalas surat ini saja rasanya kau berat sekali apalagi ah sudahlah... Banyak sekali yang ingin aku ceritakan padamu, tapi lebih baik ku tahan saja. Rasanya akan lebih menyenangkan jika aku bisa langsung melihat ekspresimu saat mendengar ceritaku.
Aku mengerti kamu sedang berjuang disana, mencoba memantaskan diri agar bisa jadi imam yang baik untukku, itulah yang kau bilang padaku terakhir kali. Ku harap kata-kata itu akan menjadi kebenaran nantinya. Maaf bila aku terus mengganggumu dengan tumpukan surat yang tak berguna ini, tapi mengertilah ini caraku menumpahkan rindu yang teramat banyak untukmu.
Zilya

Seperti biasa, Zilya akan mengirim surat itu untuk Linggar. Lalu seperti biasa juga Zilya akan menunggu balasannya.

Tunggu cerita selanjutnya...


About Desi Wangi

We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright ©

Designed by Templatezy