Kamis, 13 Oktober 2016

Ada Cinta dalam doa (the last)

Posted By: Desi Wangi - 05.40


 Hasil gambar untuk love islami

Setahun sudah waktu berjalan tanpa berhenti atau beristirahat. Selama setahun itu juga tidak ada lagi kisah cinta antara Zilya dan Linggar, mereka sudah berjalan masing-masing di jalan yang mereka miliki. Tak ada lagi air mata, tak ada lagi yang menanti tanpa kepastian. Semuanya benar-benar murni tanpa kebersamaan mereka lagi. Di hari ini pun Linggar dan Zilya semakin tua. Linggar yang lebih tua setahun dari Zilya pun akan mengadakan wisuda sebagai akhir dari perjuangannya mengejar gelar sarjana. Di tempat ini tampak banyak orang ramai sekali, dengan dandanan yang tidak seperti hari-hari baisa. Linggar pun demikian, dengan jas hitam yang melekat di badannya membuat Lingar jauh lebih tampan dari biasanya. Di tengah keramaian acara wisuda tiba-tiba Ilham datang membawa bunga yang sangat cantik sekali. Linggar tampak terkejut melihatnya dan menahan tawa yang hampir pecah di bibirnya.
“Nggar jangan pikir yang aneh-aneh dulu, ini bukan dari saya ini dari Zilya” ucap Ilham sambil tersenyum. Kali ini Linggar terperangah, seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh temannya, Ilham. Namun, tidak ada untungnya jika Ilham berbohong, pikirnya. Ia hanya tak percaya, Zilya masih saja mau berbaik hati padanya.
Di rumah yang megah ini Zilya sedang asyik mendengarkan lantunan ayat suci alquran yang luar biasa indah. Berkali-kali Zilya bermimpi suatu saat nanti ia bisa membaca alquran seindah itu, namun mimpi itu baru hanya menjadi mimpi. Mimpi akan menjadi nyata jika seseorang mau bangun segera dan bergerak, namun akan tetap menjadi mimpi jika seseorang masih saja menikmati mimpi itu tanpa mau bangun dan bergerak. Zilyapun mendengarkan lantunan ayat suci alquran sambil menirunya sendiri. Itulah tekad Zilya yang sangat kuat, sehingga tak seorang pun meragukan tekad Zilya. Saat sedang asyik membangun mimpinya menjadi nyata, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar. Zilya pun menghampiri pintu itu dan membukanya agar orang yang baru saja mngetuk pintu bisa segera masuk. Saat Zilya membuka pintu rumah yang terletak di depan ruang tamu, wajah Zilya yang semula santai dan biasa saja tiba-tiba terkejut seperti melihat sesuatu yang tak pernah ia sangka.
“Linggar. Ada apa kesini? Silahkan masuk”
“terima kasih Zil” ucap Linggar sambil berjalan masuk menuju kursi tamu yang memang selalu berada di ruangan itu. Namun, kali ini Zilya terkejut kembali, sebab Linggar tak datang sendiri. Linggar membawa kedua orang tuanya yang tak pernah Zilya tahu sebelumnya. Hati Zilya pun tiba-tiba berdegup kencang, memikirkan apa yang terjadi sebenarnya. Zilya pun segera memanggil kedua orang tuanya agar menyambut orang tua LInggar. Cukup lama orang tua Linggar dan orang tua Zilya serta Linggar berbincang-bincang dan Zilya pun sudah selesai menyiapkan minuman segar untuk semua orang yang ada di ruangan itu. Suasana pembicaaraan yang serius pun tiba-tiba muncul ketika Zilya ikut duduk di tengah-tengah mereka.  “mohon maf sebelumnya Pak Bu, sebenarnya kedatangan saya kesini berniat ingin melamar anak Bapak dan Ibu untuk menjadi istri saya di dunia dan inshaa Allah di akhirat juga” ucap Linggar tanpa terbata-bata. Zilya pun seperti tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Air matanya tiba-tiba mengalir deras meski tanpa suara isak tangisan.
“kami sebagai orang tua Zilya sangat menerima niat  baik Nak Linggar, tapi kami sepenuhnya serahkan keputusannya pada Zilya sebab dia yang akan menjalaninya nanti”
“bagaimana Zilya jawaban kamu?” pinta Linggar dengan wajah yang bersahaja.
“tidak ada alasan bagiku untuk menolak niat baik dari laki-laki yang baik” jawab Zilya mengundang senyum dari orang seisi ruangan itu.

Apapun yang melibatkan Allah di dalamnya tidak akan pernah mengecewakan, sebab tiada lagi penulis cerita paling indah kecuali Allah. Dan tugas kita hanya mempercayaiNya....

About Desi Wangi

We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright ©

Designed by Templatezy