Rabu, 11 Mei 2016

Kenapa terlambat

Posted By: Desi Wangi - 03.32


Dia bertingkah sungguh lucu sekali. Tiap kali pelajaran usai, dia selalu mendekat. Membicarakan hal yang tidak penting, sekedar bersenda gurau melontarkan kalimat-kalimat yang menurutnya lucu. Mengikutiku sepanjang waktu di kelas. Apalagi kalau sudah usai pelajaran, hmmm tak berhenti dibuat olehnya telinga ini untuk mendengar suaranya. Apasih yang dia inginkan dariku, apa yang tidak ia miliki dan aku miliki sehingga ia terus mendekatiku seolah ingin sekali merebut benda itu dariku. Entahlah, yang aku tahu menyenangkan sekali setiap ia melakukan hal konyol itu. Tak terasa hingga air mata ini menetes, mengingat kejadian manis yang terjadi dulu. Iya, ternyata itu hanya dulu. Aku kira dulu dia orang aneh yang menyebalkan. Pengangguran, sungguh tidak punya kerjaan. Setiap waktunya tidak berguna hanya mendekatiku saja. Namun, kenapa kini berbeda? Aku ingin waktunya teerus tidak berguna, hanya disini mengikuti langkahku. Aku ingin dia pengangguran, tidak ada kerjaan lain selain mendekatiku. Tapi, apa memang hati sebodoh ini? Setelah pergi baru mencari atau memang alur cinta seperti itu? Aku tidak tahu, sebab aku bukanlah pakarnya, mungkin korbannya. Siapa yang ingin aku salahkan? haruskah salah dia yang mendekatiku atau salahku yang menjauhinya dulu. Hmmm, sungguh tak menyenangkan memiliki hati seperti ini. Kalau sudah begini, aku harus bagaimana? melupakan dia yang terus terekam di fantasi atau memanggil dia untuk kembali? ya detik itu juga jatuhlah harga diriku. Ada orang pernah bilang padaku, bahwa wanita seharusnya hanya dicintai bukan mencintai. Lalu bagaimana jika kondisinya sepertiku? Yang dicintai dulu, tapi ingin dicintai lagi. Salahkah juga bila aku mencintai dia yang dulu mencintaiku? Entahlah, pertanyaan-pertanyaan itu hanya membuang waktu dan tak memberikan solusi sama sekali. Sudah jelas memang ini salahku, lalu apakah orang yang salah tidak bisa memperbaiki kesalahannya dengan mendapatkan kesempatan itu lagi? Bukankan semua orang buruk berhak menjadi baik, maka begitupun orang yang salah berhak menjadi benar. Tapi, rupanya hidup tidak sesederhana itu, satu solusi rupanya tidak bisa untuk semua masalah, layaknya satu pasang sendal tidak bisa dipakai oleh kaki manapun. Ya, setiap permasalahan memiliki solusinya masing-masing, dan aku tebak solusi untukku saat ini adalah membiarkan hati ini dihukum karena kegengsianku dulu dan mencoba tidak mengulang lagi jika kesempatan seperti itu datang kembali.

Penulis : Deskar

About Desi Wangi

We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright ©

Designed by Templatezy