Rabu, 25 Mei 2016

Filosofi Rumah dan Pohon

Posted By: Desi Wangi - 17.35
 

Nak, ketika kau besar nanti mau kau jadikan apa aku ini? Pohon kah atau rumah? Bila kau tak mengerti maksudku, akan kuceritakan tentang kedua benda itu yang membuatku sedih dan senang.
Ketika kau masih kecil seperti sekarang ini, sering rasanya kau meminta digendong, dipeluk bahkan dicium oleh ibumu. Sama halnya dengan kau perlakukan pohon itu ketika kau kecil. Pada masa itu, hampir setiap pagi kau pergi ke pohon itu. Entah itu bermain ayunan atau bermain dengan teman-temanmu. Pada rumahmu pun kau begitu, setiap hari dan setiap saat kau selalu disini, entah bermain lantas memberantaki seisi rumah atau hanya untuk sekedar tidur.
Namun, ketika kau beranjak remaja, waktumu sungguhh sedikit di rumah. Tugas sekolahmu aku tau pasti banyak sekali, kau sering mengeluh padaku. Kini, tidak lagi setiap pagi kau ke pohon itu. Sebab ketika pagi kau harus berangkat sekolah, bila telat sedikit saja gurumu pasti memarahimu. Paling-paling kalaupun kau ke pohon itu, mungkin hanya sekedar berteduh menunggu hujan reda atau karena teriknya matahari yang begitu panas. Di rumahpun kau begitu, waktumu hanya sedikit di rumah. Selebihnya kau lebih asik berlenggak-lenggok dengan temanmu ke tempat yang lebih menarik hatimu. Hampir setiap hari kau di rumah hanya untuk tidur. Semakin lama aku sungguh semakin takut. Takut hari itu akan tiba dan aku masih hdup, sehingga mau tak mau akupun harus merasakannya.
Kini waktu yang aku takuti tiba. Waktu dimana kau sudah beranjak dewasa. Disinilah, kau benar-benar hilang dari dunia lamamu. Sebab, kau mempunyai dunia barumu yang harus kau pikul sendirian. tak ada lagi waktu ke pohon tua itu, jika hujan kau lebih senang pakai payung agar tak membuang-buang waktumu. Jika panas, ah sudahlah kala itu kau sudah menaiki mobil jadi tak usah hiraukan panas matahari lagi.

Namun, aku senang kau masih sempat ke rumah tua ini. Waktu luangmu itu, kau sempatkan untuk datang ke rumah ini. Bahkan, uang lebih mu itu kau gunakan untuk memperindah rumah ini lagi. Kau bilang padaku, "Ibu, inilah rumah yang dulu tempat aku tidur. Karena rumah ini, lelahku pun hilang"

Aku tak muluk-muluk ingin selalu diperhatikan oleh mu. Sebab akupun tau, waktu ini akan tiba. Aku tak bisa mengurungmu untuk selalu aku manja-manjai. Biarlah kau berlayar, berudara, atau berkuda. Kau akan menjadi orang hebat yang kau sukai dan ku banggakan. Namun, jika aku ibarat pohon atau rumah? Maka ingin kau jadikan aku seperti apa?

deskar

About Desi Wangi

We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright ©

Designed by Templatezy