Senin, 16 Mei 2016

cita cita tak bahagia

Posted By: Desi Wangi - 10.12


Pagiku singkat ,malamku cepat. Hanya pagi dan malamku kah yang seperti ini? Jika punyamu tidak, bersediakah kau menukarnya dengan milikku?
Mana ada orang yang mau seperti ini, tak ada waktu membahagiakan diri. Keluarga merengek minta ditengok, diri sendiri saja tak disadari keberadaannya. Sahabat minta disapa, jangan berharap. Kalian masih kalah berharga dibanding kertas-kertas ini. Tak usah tanya satu jamku berapa menit, jika waktuku diberi bonus pun tetap masih kurang. Ini tuh masa muda, masa nya jauh dari keluarga. Masanya sahabat lama sudah ketinggalan jaman, biarlah mereka tetap di masa lalu. Aku ini mahasiswa, tak boleh hanya diam dirumah temani mama. Aku harus ikut itu ikut ini, supaya pengalamanku tak terhingga banyaknya, sampai-sampai tumpah dipelataran diary kehidupan. Keluarga tak bisa beri aku pengalaman, sahabat lama pun sama. Mereka hanya bisa beri aku kasih sayang yang tak buat aku kuat. Hanya bisa cengeng, tak bisa berdiri sendiri.

Ayolah kawan, pengalaman tak melulu melupakan keluarga dan teman lama. Jika memang itu yang kau maksud sebagai pengalaman,  kau meninggal belajar lah kau menguburkan diri dengan pengalamanmu. Tak salah bila kau sibuk di luar sana, tapi setidaknya tengoklah keluargamu, mamamu yang jika rindu tak pernah mengaku. Tak mau kah kau menghitung keriput wajahnya yang muncul ditiap harinya, mana bisa kau  lihat jika yang kau lihat hanya keriput kertas putih yang tak pernah melahirkanmu.
Ayolah kawan, jangan kau lupakan keluargamu hanya karna kau ingin dibilang hebat oleh teman barumu. Tak bisa kah kau lihat, mamamu sedari dulu sudah bilang kau hebat tanpa kau jadi pejabat.
Lihat adikmu, kadang mencuri perhatianmu, kakaknya yang kadang memarahinya jika diganggu belajarnya. Tau kah kau, bahkan temanmu mungkin tangisaannya takkan sekencang adikmu ketika kau gagal. Bisa jadi malah tertawa, senang kau bukanlah lagi lawannya.

Ya, waktu sibuk itu membuat aku lupa bahwa aku masih bagian dari keluarga kecil yang bahagia. Terimakasih telah mengingatkanku. Aku tak tahu sudah berapa keriput mama ku yang kulewatkan setiap harinya, aku lupa sudah sekeras apa suara ini kulontakkan pada adik kecilku. Wahai waktu, Jangan buat pagiku singkat dan malamku cepat. Tak tahukah kau, aku ingin menebus dosaku. Tak boleh lagi mamaku melihat fotoku, sebab tak bisa melihat diriku. Tak boleh lagi adikku bertingkah nakal di depanku, sebab ingin mengobrol denganku. Kini aku paham, tak ada sejarahnya mengejar cita cita itu dosa, hanya saja cita cita tanpa cinta itu tak bahagia.

deskar

About Desi Wangi

We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright ©

Designed by Templatezy