Kamis, 13 Oktober 2016

Patung Tanimar Sahabat Sumedang

Posted By: Desi Wangi - 03.53


Hasil gambar untuk patung tanimar

Negara Indonesia memiliki jutaan penduduk yang sangat beragam. Luas negara yang tidak sedikit, mengakibatkan pemerintah di Indonesia sulit melakukan pembangunan yang merata agar seluruh warga Negara Indonesia memperoleh kesejahteraan yang sama di setiap wilayahnya.
Namun pada kenyataannya, tidak sedikit jumlah wilayah terpencil dan terpelosok belum mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat maupun pemerintah negara. Sehingga, hal tersebut menimbulkan ketidakadilan bagi mereka yang belum mendapatkan perhatian yang cukup. Tentu, hal tersebut akan menimbulkan masalah baru di masa yang akan datang jika tidak segera diberikan solusi yang mampu menyelesaikan persoalan pembangunan yang tidak merata.
Sebelum memberikan solusi pada persoalan pembangunan yang tidak merata, terlebih dahulu harus mengetahui definisi pembangunan itu sendiri. Menurut Effendi (2002) pembangunan adalah suatu upaya  meningkatkan segenap sumber daya yang dilakukan secara berencana dan berkelanjutan dengan prinsip daya guna yang merata dan berkeadilan. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pembangunan seharusnya dilakukan secara merata dan adil.
Namun, saat ini belum dirasakan pembangunan yang merata pada sektor apapun di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini terlihat dari kesejahteraan masyarakat di Indonesia yang belum merata. Banyak masalah lanjutan akibat dari pembangunan yang tidak merata. Salah satunya adalah terbengkalainya sumber daya yang tersedia karena tidak dimanfaatkan sama sekali atau belum maksimal.
Oleh karena itu, pembangunan harus segera dilakukan secara merata agar masalah-masalah lainnya tidak bermunculan kembali. Banyak sekali solusi yang efektif dan dapat dijadikan sebagai penyelesaian masalah pembangunan yang tidak merata dan tidak berkeadilan.
Salah satu solusi yang efektif dan dapat memberikan pembangunan yang merata di Indonesia adalah program pemberdayaan masyarakat, khususnya masyarakat di Desa. Program pemberdayaan masyarakat akan memberikan dampak secara langsung terhadap masyarakat dan wilayahnya sendiri, karena secara langsung masyarakat akan dipaksa berperan aktif dalam meningkatkan kualitas diri dan kualitas wilayah mereka dengan sumber daya alam yang tersedia. Dalam hal ini, masyarakat memang harus berperan aktif untuk membangun wilayah mereka, sebab pembangunan yang merata adalah suatu ketidakmungkinan jika hanya mengandalkan pemerintah pusat melalui APBN. Oleh karena itu, pemerintah daerah dan masyarakat setempatnya juga harus ikut berpartisipasi.
Salah satu program pemberdayaan masyarakat ada di sebuah desa di Sumedang, yaitu Desa Pamulihan memiliki program pemberdayaan masyarakat yang tentu akan membantu pemerintah Indonesia untuk melakukan pembangunan berkelanjutan yang merata.
Program pemberdayaan masyarakat tersebut adalah kursus pembuatan patung tanimar. Dari hasil peneitian yang dilakukan oleh Muhammad Irfan Hilmi, program tersebut memberikan pengaruh pada pengetahuan, motivasi, dan pendapatan penduduk setempat. Pengaruh yang diberikan tentu mengarah ke tingkat yang lebih baik.
Pada pengetahuan penduduk program kursus pembuatan patung tanimar memberikan dampak yang sangat baik. Dampak baik tersebut meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Pada aspek kognitif, setelah mengikuti program keterampilan kerajinann patung tanimar, pengetahuan warga belajar meningkat dan berkembang baik dalam pengetahuan teori maupun prakteknya, ini terlihat pada kemampuan warga belajar yang dapat melakukan proses finishing pada kerajinan patung tanimar. Mereka dapat mengolah kerajinan patung tanimar seiring dengan perkembangan pasar.
Dari segi afektif, setelah mengikuti program kursus keterampilan, warga belajar telah memiliki kepercayaan diri untuk menunjang perkembangan usaha kerajinan patung tanimar, hal ini terlihat dari kemampuan mereka yang telah menjadikan keahlian membuat kerajinan patung tanimar menjadi usaha sehari-hari  untuk memenuhi kehidupan keluarganya.
Pada aspek psikomotorik, warga belajar sudah mampu menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dari program kursus keterampilan kerajinan patung tanimar, warga belajar sudah mampu menggunakan alat yang digunakan, merancang desain finishing patung tanimar dan yang terutama sudah mampu mempraktekan langkah-langkah proses finishing patung tanimar.
Selain berdampak baik bagi pengetahuan penduduk, program kursus pembuatan patung tanimar tersebut juga berdampak baik pada pendapatan penduduk setempat. Sesuai data yang sudah diperoleh, pendapatan penduduk mengalami peningkatan setelah kursus pembuatan patung tanimar ini diterapkan di Desa Pamulihan.
Diketahui bahwa sebelum warga belajar mengikuti program kursus keterampilan ini, warga belajar sudah melakukan usaha kerajinan patung tanimar mentahan, setelah mengikuti program kursus mereka menjadi pengrajian kerajinan patung tanimar  yang mampu memproduksi patung tanimar sampai pada finishing.  
Secara hitungan harga jual untuk kerajinan patung tanimar mentahan warga belajar menjualnya dengan harga 15 ribu per satu setnya, dengan kemampuan warga belajar yang sudah mampu memproduksi pada proses finishing mereka dapat menjual barang kerajinan dengan harga 25 ribu per setnya. Peningkatan pendapatan yang warga belajar rasakan sekitar Rp.100.000-Rp.150.000/ per bulan ketika pemesanan patung tanimar finishing

Referensi : Penelitian oleh  Muhammad Irfan Hilmi

About Desi Wangi

We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright ©

Designed by Templatezy