Kamis, 28 April 2016

Cinta Bukan Seperti Itu

Posted By: Desi Wangi - 20.46


Hilang sudah cinta yang kurajut susah payah selama ini. Andai dia tahu,cinta itu sudah menjadi sweater hangat yang nyaman. Tapi dimana balasannya untuk itu? Dia malah mengambil gunting lalu merobeknya. Dia malah menyalakan api lalu membakarnya. Hancurr.... Semuanya hancur begitu saja. Aku ingin tetap bertahan namun lukanya begitu merusak, merusak hingga tak tersisa sehelaipun. Lalu bagaimana aku bisa mencintai lagi, hati saja kini aku tak punya.
Oh ibu, oh ayah....
Anakmu kini menangis, marahi dia ibu ayah seperti kalian dulu memarahi orang yang melukaiku sewaktu aku kecil. Cintanya yang dia bilang besar dibanding apapun, kini bahkan semut pun dapat mengalahkannya. Ibu, relakan hati ini terluka karena aku mengingatmu. Aku relakan air mata ini terkuras habis karena foto kecilku.
Huh, mengapa pula hari ini harus hujan? Deras sekali. Aku tak suka menangis di tengah-tengah hujan. Aku tau itu menutupi air mataku yang tak henti-hentinya jatuh. Tapi, itu tidak sama sekali menutupi hatiku yang sudah berlubang begitu besar. Kepada siapa aku sanggup menumpahkan semua rasa ini, semua kepedihan ini. Tuhan, aku ingin bercerita padamu. Tapi aku tak mau, aku tak sanggup menahan malu padaMu. Aku malu jika harus bercerita tentang kepedihanku akibat melanggar perintahMu. Dosaku sudah tak karuan banyaknya. Lautan pun tak sanggup menampungnya. Gunungpun tak sangup menopangnya. Mungkinkah orang sepertiku masih pantas berdoa? Tuhan, cinta yang dulu kuagungkan kini mematahkan hatiku. Aku menyesal, sungguh sangat menyesal. Bawa aku ke waktu yang lalu Tuhan, agar aku bisa memperbaiki semuanya. Namun aku tahu itu tak mungkin Kau lakukan, terlalu mudah untukku diberi ujian. Aku harus menangung derita ini sebagai tebusan dosaku, aku akan berjalan walau tertatih tapi akan kucoba.
 Laki-laki itu, dia yang melukai ku sedalam ini masih saja mengganguku. Aku tak mengerti apa maunya. Sudah ku ikhlaskan dia, tapi kumohon jangan biarkan dia tetap disini, memberi harapann yang tak pasti. Aku tak mau dengar cinta darinya. Cinta seperti itu bukan cinta yang aku inginkan. Yang jelas dia bajingan yang pernah aku lihat untuk pertama kali dan semoga yang terakhir. Aku benci jika harus melihatnya. Kenapa aku harus bertemu dengannya dulu?
Lelaki itu, masih saja berdiri di hadapanku. Berusaha keras kualihkan pandanganku, tapi mataku terlalu rindu. Aku sungguh merindukannya, tapi aku benci. Perempuan berkerudung itu begitu indah senyumnya, haruskah aku merusaknya? Bayi mungil itu begitu lugu senyumnya, haruskah aku merubahnya menjadi tangisan? Dia lelaki yang kusayang yang kutahu, tak ada istri apalagi bayi.

Penulis : Deskarwangi

About Desi Wangi

We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright ©

Designed by Templatezy