Selasa, 26 April 2016

Tayangan Rindu

Posted By: Desi Wangi - 02.06

 
Begitu indah langit di atas sana, berwarna biru dan dibaluti kabut putih seperti kapas yang hampir menutupi semua atap bumi ini. Di bawahnya terdapat sepasang kekasih yang sedang bersama, saling menggenggam kedua tangannya dan yang satu bersandar di bahu lelakinya. Sepertinya sepasang kekasih ini cocok dengan ungkapan jika sudah berdua bumi bergoyang pun tidak terasa. Yaa memang, begitulah orang yang sedang jatuh cinta. Bila manis, melebihi madu tapi bila pahit, melebihi jamu. Haha ungkapan yang kadang terdengar lucu dan konyol tapi benar adanya. Rian laki-laki yang bahunya dibuat sandaran oleh kepala Sila pun tak mau kalah mesranya, tangannya yang sedari tadi memegang erat telapak tangan Sila kini berubah ke belakang tubuh Sila, merangkul sambil sesekali membelai rambut halus Sila yang setiap minggu dimanjakan di salon. Suasana romantis semakin ditayangkan pada adegan ini dengan ombak lautan yang mendebur semakin kencang ke arah pesisir dan menciprati ke wajah kedua insan ini. Desiran ombak yang terdengar halus dan kencang lansung diiringi gelak tawa dari pasangan ini, meski sebenarnya tidak ada yang lucu disana. Jika diibaratkan dengan warna, suasana lucu diibaratkan dengan orange dan suasana romantis dengan pink maka saat itu tidak ada warna lain selain pink.
"Duakkkk"... terdengar suara yang keras dan dekat dari sini. Setelah dilihat rupanya buah mangga yang sudah tidak betah di pohonnya jatuh ke tanah. Hancur, sayang sekali hancur. Jika sudah hancur maka tidak ada lagi yang utuh seperti sebelumnya. Tidak ada yang bisa dimakan, kalaupun masih ada paling-paling sudah diselimuti tanah coklat. Mungkin saja cacingnya juga ikut disana. Pokoknya tidak bisa lagi, tidak enak lagi, dan tidak mau lagi. Lagipula sudahlah biarkan laipula di hutan ini masih banyak pohon mangga yang lain. Mangganya masih utuh, belum jatuh, manis, dan tidak ada tanah yang menempel apalagi cacing. Toh, tak dipedulikan juga oleh dua insan yang sedang jatuh cinta ini. Mungkin mereka tidak doyan buah mangga yang harganya kampungan dan sangat mudah ditemukan di tempat mereka. Atau memang tidak bisa diganggu dan tidak akan terganggu. Ya, begitulah orang yang sedang jatuh cinta akan lupa segalanya jika sudah berdua. Mangga yang jatuh hanya membuat mereka semakin erat, berteduh di bawah pohon yang rindang yang meneduhkan sambil kepala mereka saling merapatkan hingga tak ada celah untuk semut lewat. Orang jatuh cinta memang pelit, dunia hanya punya mereka yang lainnya harus menunggu giliran.
Anginnya sungguh dingin sekali disini. Bahkan jika ada AC sekalipun, ia masih kalah. Dinginnn, gunung ini memang dingin sekali. Bagaimana tidak dingin, puncak di gunung ini saja ditutupi salju. Hmm, iri rasanya. Sepasang kekasih itu tidak merasakan kedinginan, justru malah hangat. Hangat melebihi duduk di depan api unggun yang sedang berkobar dengan hebatnya. Begitulah memang, orang yang sedang jatuh cinta harusnya memenuhi rumah sakit jiwa. Sebab otak mereka sudah tak lagi normal. Itu sangat aku alami saat ini. Ramai menjadi sepi, sepi menjadi ramai. Begitupan dingin menjadi hangat, dan hangat bisa jadi menjadi dingin, ungkapan ini sudah sangat sering didengar bukan. Huh bosan sekali rasanya. Mesti berapa tempat lagi dan berapa waktu lagi aku harus menjadi di tengah-tengah cinta mereka, merekam segala yang mereka lakukan, dan mengingatnya seumur hidupku. Sedih memang menjadi otak dari orang yang sedang jatuh cinta, aku harus menuruti hati yang menurutku tak masuk di akal. Bayangkan saja, saat bumi dan lautan memisahkan kedua insan ini aku harus memutar tayangan ulang memori mereka berdua meski sebenarnya itu sama sekali tidak merubah apapun. Terimakasih hati, kali ini kau selalu menang itu hanya karna bantuan cinta.

Penulis : Desi Sekar Wangi

About Desi Wangi

We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright ©

Designed by Templatezy